Sabtu, 11 Agustus 2012

Alhamdulillah salah 1 target tahun ini terpenuhi

Alhamdulillah satu kata ucap syukurku kepada Tuhan ku...
Allah yang ku cintai...

dahulu tepatnya 2 tahun yang lalu, kutuliskan salah satu keinginanku
untuk menginjakan langkah kecil kaki ku tuk pergi ke salah satu kompetisi bergensi
yaitu PIMNAS

rasa penasaranku akan event ini sangat besar
sebesar keinginanku menginjakan kaki di bulan #lebay


Bismillah tahun depan ikut lagi...
#target tahun depan dapat mendali setara emas... Mohon do'anya

Spesial teruntuk Ayah dan Ibuku :D
karena ku sayang kalian...

LOMBA PALING KEREN DI ABAD INI (kalo katanya cinta pertanian dan ingin membangun pertanian Indonesia, ikutin ni lomba)

PEKAN INOVASI MAHASISWA PERTANIAN INDONESIA (PIMPI) 2012




Sektor pertanian merupakan sektor yang strategis dan berperan penting dalam perekonomian nasional dan kelangsungan hidup masyarakat, terutama dalam sumbangannya terhadap PDB, penyedia lapangan kerja dan penyediaan pangan dalam negeri. Kesadaran terhadap peran tersebut menyebabkan sebagian besar masyarakat masih tetap memelihara kegiatan pertanian mereka meskipun negara telah menjadi negara industri. Sehubungan dengan itu, pengendalian lahan pertanian merupakan salah satu kebijakan nasional yang strategis untuk tetap memelihara industri pertanian primer dalam kapasitas penyediaan pangan, dalam kaitannya untuk mencegah kerugian sosial ekonomi dalam jangka panjang mengingat sifat multi fungsi lahan pertanian. Dalam sejarah peradaban kemajuan suatu bangsa, pada awalnya selalu dimulai dari keberhasilan masyarakatnya memanfaatkan kelimpahan sumberdaya alam dan hasil-hasil pertanian. Dari keberhasilan tersebut, secara rasional akan muncul berbagai industri terkait, yang secara nyata mampu memanfaatkan teknologi yang tersedia untuk membangun sistem produksi yang lebih efektif dan efisien, dan mampu menciptakan beragam produk yang diinginkan oleh konsumen. Transformasi komoditas pertanian dari lahan menjadi ragam produk konsumsi, hampir selalu melibatkan para agrotechnopreneur, yang memanfaatkan kemampuan dan kapasitas teknologi dalam wirausaha di bidang agribisnis dan agroindustri. Melihat kenyataan tersebut di atas, maka FORCES IPB sebagai UKM keilmiahan membulatkan tekadnya untuk turut serta dalam mengembangkan agroteknopreneurship di Indonesia guna mencapai Indonesia mandiri dan memunculkan rasa bangga terhadap pertanian negeri. Penyelenggaraan Pekan Inovasi Mahasiswa Pertanian Indonesia (PIMPI) dengan tema “Agrotechnopreneur untuk Negeri” merupakan salah satu bukti tekad tersebut. PIMPI merupakan rangkaian acara yang terdiri dari Kompetisi Kewirausahaan Mahasiswa Pertanian (Agropreneur), Kompetisi Teknologi Pertanian Tepat Guna, Gelar Karya Pertanian, dan Seminar Pertanian Indonesia. Acara ini dilaksanakan untuk mewujudkan Indonesia mandiri dan menimbulkan rasa bangga terhadap pertanian bangsa.

Tujuan Kegiatan
1. Memperluas kerjasama dan jaringan keilmuan mahasiswa di Indonesia.
2. Meningkatkan inovasi pemuda di bidang pertanian, perikanan, peternakan, kehutanan dan kelautan sebagai bentuk kontribusi untuk meningkatkan kemandirian bangsa.
3. Menambah semangat untuk berprestasi, berkarya dan memberikan inspirasi kepada peserta dan pihak-pihak terkait
4. Meningkatnya kepedulian mahasiswa dengan kreativitas dalam berkarya untuk kemajuan pertanian bangsa

Tema Kegiatan
“AGROTECHNOPRENEUR UNTUK NEGERI”

Bentuk Kegiatan
Kegiatan ini berbentuk rangkaian acara selama 3 hari yang terkonsentrasi menjadi tiga bagian penting ;
1. Bagian pertama dikemas dalam bentuk kompetisi dimana para finalis mempresentasikan pemikiran dan inovasinya didepan dewan juri yang berkompeten. Kompetisi tersebut terdiri, Kompetisi Kewirausahaan Mahasiswa Pertanian (Agropreneur) dan Kompetisi Teknologi Pertanian Tepat Guna
2. Bagian kedua berbentuk pagelaran selama satu hari dimana para finalis dari setiap kategori kompetisi memamerkan hasil karya dan inovasinya pada Gelar Karya Pertanian.
3. Bagian terakhir berbentuk kegiatan penuh kebersamaan dan wawasan yang dikemas dalam acara Seminar Pertanian Indonesia.
Rangkaian acara ini dilaksanakan untuk mewujudkan Indonesia mandiri yang berlandaskan agrotechnopreneur serta memunculkan rasa bangga terhadap pertanian negeri.

Cekidot :  www.pimpi.event.ipb.ac.id

Rabu, 08 Februari 2012

MARAH

marah...
mungkin itulah yang kurasakan sekarang ini...

tah ini bisa disebut dengan kekesalan atau suatu kegundahan dr sebuah "tingkah laku atau mungkin sistem" dari segelongan manusia...

ta mengerti apa yg mereka lakukan...


apa yg ingin mereka laksanankn...

entah kekuasaan atau pencitraan sebuah nama...

tapi sampai saat ini ku hanya bisa katakan, mungkin ini adalah sebuah kemunafikan... ia mungkin itu tepat, untuk hal tersebut... jika dugaan ku benar...


seorang sahabat bisa menjadi musuh... musuh yang tersembunyi,
entah tujuan dia apa, yawes aku bersahabat dengan sosok yang aku klaim mungkin dia kaum munafik...

tapi ku harap duga ku salah...
karena jujur, dia sahabat yang baik untuk diriku...

Jumat, 06 Januari 2012

My Favorite People

Sewaktu rapim awal forces,
ada sebuah pertanyaan menarik dari teki selaku pembuka rapat waktu itu...
dia bilang kurang lebih kayak gini...
teman-teman sebutin dong kabar kalian gmana hari ini...
sama sebutin siapa tokoh favorite kalian saat ini...
hmm... saat itu saya langsung tersontak dan berpikir... siapa ya tokoh favorite saya...
kalau masalah kabar mah alhamdulillah gk usah diragukan lagi...
alhamdulillah dalam keadaan fit..
wong saya baru minum kopi, siangnya minum enervon-c (jangan diikuti, gk baik untuk kesehatan hhe)
jd gk ada masalah untuk kesehatan....
nah favorite people siapa ya...
hmm Nabi Muhammad SAW lah... klo itu mah ud pasti...
aduh bingung mau favorite-in siapa lagi...
soalnya saya bukan tipe orang yang mudah kagum sama orang lain...
ya kalau kagum orang lain pasti pernah, tapi kalau sampai memfavoritekan orang lain...
hmm pernah gk ya...

tapi kawan, saya sangat punya tokoh yang paling saya kagumi+favorite malah,
yaitu almarhum ayah ku...
aku memanggilnya bapak kepada beliau kalau dirumah...

beliau adalah seseorang yang sangat luar biasa bagi saya...
ada sesuatu ketika yang membuat saya kagum dengan beliau
pada waktu itu, saya pernah sakit, hmm sebernya si jujur hanya kecapeaan biasa,
tapi mungkin karena dari paginya sampai sore saya mpd (masa perkenalan departemen) dan itu outbound, itulah  yang membuat saya tambah drop pada saat itu...

nah malamnya, kebetulan ibu telepon dari Jakarta,
sayangnya pas saya angkat telepon dari beliau, saya dalam kondisi setengah sadar, dan saat itu suara saya benar sedang tidak baik...
hal hasil, karena saya tidak sadar saya bilang apa malam itu, yang jelas ibu saya menganggap saya benar-benar dalam keadaan yang sedang sakit, dia mendengar saya seperi menangis... hmm (alhamdulillah saya jarang nangis lah hhe)
aduh saya sangat salah waktu itu...
membuat kedua orang tua saya sangat kuatir terhadap saya...
waduh gimana ya... pada saat itu saya benar-benar bingung, soalnya mereka ingin ke Bogor (tempat kuliah saya IPB), tidak apa-apa si tapi gak enak aja... toh saya kan hanya kecapean biasa... nggak lebih...

dan keesokan harinya mereka benaran datang...
kirain saya dengan kakak... slnya kan kakak juga penasaran sama kontrakan saya selama di Bogor...

tapi saat itu saya benar-benar tidak enak dengan kedua orang tua saya...
pengorbanan mereka benar-benar sangat besar sekali...
waktu itu bapak sedang sakit...
beliau benar-benar mengorbankan waktunya dann kesahatannya hanya untuk saya...
beliau benar-benar sosok yang paling sangat spesial dalam hidupku...

i love u bapak... saya selalu mendoakanmu
mamah aku selalu mencintaimu karena Allah...

Jumat, 02 Desember 2011

TULISAN UNTUK AYAH...




Ayah...
ku rindu dirimu...ku rindu akan senyummu
ku rindu saat ku ingin pergi kau angkat tanganmu, kau usap rambutku, dan kau menasihati dengan kata terindahmu...
ku rindu akan doa-doa yang selalu kau panjatkan disela malam tiba
ku rindu seseorang yang membangunkan ku untuk shalat di waktu fajar
ku rindu pada saat kau masuk kamarku, dan cerita apa yang kau inginkan dan kau keluhkan
ku rindu seseorang yang selalu menasihatiku...
ku rindu padamu, pada saat hampir setiap hari kau menelepon dan menanyai, "kamu sudah makan, kapan pulang ke Jakarta?"
ku rindu pada saat ku pulang, kau langsung menghampiriku, dan memberi apa yang ku inginkan...
ku rindu akan dirimu ayah...
mungkin sampai saat ini ku belum membuat kau bangga,
mungkin sampai saat ini ku belum memenuhi keinginan mu,
memenuhi segala harapmu...
tapi ayah, yakinilah bahwa aku sangat mencintaimu...
ku ingin memberikan hal yang terindah untuk mu...
membuatmu tersenyum
tersenyum bangga karena anakmu...

_untuk ayah_

Kamis, 01 Desember 2011

PLASTIK BIODEGRADABLE SEBAGAI SOLUSI TEPAT MENGATASI MASALAH SAMPAH PLASTIK KONVENSIONAL YANG SULIT TERURAI

 PLASTIK BIODEGRADABLE SEBAGAI SOLUSI TEPAT MENGATASI MASALAH SAMPAH PLASTIK KONVENSIONAL YANG SULIT TERURAI

Mawardi Kartasasmita
Teknologi Industri Pertanian
Fakultas Teknologi Pertanian
F34100075

Tanpa kita sadari lingkungan hidup dan bumi ini telah "terkepung" oleh sampah plastik. Jumlah sampah plastik yang besar dapat menimbulkan pencemaran dan mengancam kehidupan umat manusia. Sampah plastik dapat kita temukan dimana saja, salah satu contohnya sewaktu kita membeli gorengan di pinggir jalan. Walau gorengan yang dibeli sudah dimasukkan ke dalam bungkus kertas, pembeli akan diberi bonus kantong plastik hitam untuk menjinjing bungkus kertas sekaligus agar tangan si pembeli tidak terpapar minyak yang dikeluarkan dari gorengan.
Tidak dapat dipungkiri penggunaan plastik dan kantong plastik memang terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Jumlah sampah plastik pun ikut bertambah. Data dari Deputi Pengendalian Pencemaran Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KLH) 2007, menyebutkan, setiap individu rata-rata menghasilkan 0,8 kilogram sampah dalam satu hari di mana 15 persennya adalah plastik[1]. Dengan asumsi ada sekitar 220 juta penduduk di Indonesia, maka sampah plastik yang tertimbun mencapai 26.500 ton per hari; sedangkan jumlah timbunan sampah nasional diperkirakan mencapai 176.000 ton per hari.
Sementara data KLH 2007 menunjukkan, volume timbunan sampah di 194 kabupaten dan kota di Indonesia mencapai 666 juta liter atau setara 42 juta kilogram, di mana komposisi sampah plastik mencapai 14 persen atau 6 juta ton[2]. Berdasarkan data KLH 2008, dari total timbunan sampah nasional, jumlah sampah yang diolah dengan dikompos atau didaur ulang hampir 5 persen atau setara 12.800 ton per hari. Dari total jumlah sampah tersebut, 2 persen atau 204,16 ton per hari di antaranya adalah sampah organik "biodegradable"[3].  
Untuk menyelamatkan lingkungan dari bahaya plastik, saat ini telah dikembangkan plastik biodegradable, artinya plastik ini dapat diuraikan kembali mikroorganisme secara alami menjadi senyawa yang ramah lingkungan. Biasanya plastik konvensional berbahan dasar petroleum, gas alam, atau batu bara. Sementara plastik biodegradable terbuat dari material yang dapat diperbaharui, yaitu dari senyawa-senyawa yang terdapat dalam tanaman misalnya selulosa, kolagen, kasein, protein atau lipid yang terdapat dalam hewan.
Jenis plastik biodegradable yang ada antara lain polyhidroksialkanoat (PHA) dan poli-asam amino yang berasal dari sel bakteri, polylaktida (PLA) yang merupakan modifikasi asam laktat hasil perubahan zat tepung kentang atau jagung oleh mikroorganisme, dan poliaspartat sintesis yang dapat terdegradasi. Bahan dasar plastik berasal dari selulosa bakteri, kitin, kitosan, atau tepung yang terkandung dalam tumbuhan, serta beberapa material plastik atau polimer lain yang terdapat di sel tumbuhan dan hewan.
Di beberapa negara maju, bahan plastik biodegradable sudah diproduksi secara komersial, seperti poli hidroksi alkanoat (PHA), poli e-kaprolakton (PCL), poli butilen suksinat (PBS), dan poli asam laktat (PLA)[4]. Plastik biodegradable berbahan dasar tepung dapat didegradasi bakteri pseudomonas dan bacillus memutus rantai polimer menjadi monomer-monomernya. Senyawa-senyawa hasil degradasi polimer selain menghasilkan karbon dioksida dan air, juga menghasilkan senyawa organik lain yaitu asam organik dan aldehid yang tidak berbahaya bagi lingkungan.
Plastik berbahan dasar tepung aman bagi lingkungan. Sebagai perbandingan, plastik tradisional membutuhkan waktu sekiranya 50 tahun agar dapat terdekomposisi alami, sementara plastik biodegradable dapat terdekomposisi 10 hingga 20 kali lebih cepat. Hasil degradasi plastik ini dapat digunakan sebagai makanan hewan ternak atau sebagai pupuk kompos. Plastik biodegradable yang terbakar tidak menghasilkan senyawa kimia berbahaya. Kualitas tanah akan meningkat dengan adanya plastik biodegradable, karena hasil penguraian mikroorganisme meningkatkan unsur hara dalam tanah[5]. 
Sampai saat ini, masih diteliti berapa cepat atau berapa banyak polimer biodegradable ini dapat diuraikan secara alami. Di samping itu, penambahan tepung pada pembuatan polimer biodegradable menambah biaya pembuatan plastik. Namun ini menjadi potensi yang besar di Indonesia, karena terdapat berbagai tanaman penghasil tepung seperti singkong, beras, kentang, dan tanaman lainnya. Apalagi harga umbi-umbian di Indonesia relatif rendah. Dengan memanfaatkan sebagai bahan plastik biodegradable, akan memberi nilai tambah ekonomi yang tinggi. Penelitian lebih lanjut sangat diperlukan. Bukan tidak mungkin kelak Indonesia menjadi produsen terbesar plastik biodegradable  di dunia. 
Negara Jerman, India, Australia, Jepang, dan Amerika adalah negara yang paling intensif mengembangkan riset plastik biodegradable dan mempromosikan penggunaannya menggantikan plastik konvensional. Produk industri berbahan dasar plastik mulai menggunakan bahan biodegradable. Fujitsu, perusahaan komputer besar di Jepang telah menggunakan plastik biodegradable ini pada semua casing produknya. Komunitas internasional sepakat, penggunaan bahan polimer sintetis yang ramah lingkungan harus terus ditingkatkan.
Sampai saat ini, penggunaan plastik biodegrable di Indonesia masih belum banyak digunakan. Padahal sudah jelas potensi bahan baku pembuatan plastik biodegradable sangat besar di Indonesia. Hal ini perlu adanya dukungan dari semua pihak terutama pemerintah selaku regulator, industri kimia dan proses, serta kesadaran dari seluruh masyarakat. Harus ada kerja sama diantara banyak pihak untuk mendukung penerapan plastik biodegradable menggantikan plastik konvensional. Selain itu, diperlukannya ide-ide kreatif dari siswa, mahasiwa, dosen, maupun civitas akademika lainnya agar tercipta inovasi baru untuk menanggulangi sampah plastik yang sulit terurai dan permasalahan lingkungan lainnya. Penggunaan skala besar plastik berbahan biodegradable ini akan membantu mengurangi penggunaan minyak bumi, gas alam dan sumber mineral lain serta turut berkontribusi menyelamatkan lingkungan.

Sumber :
[1], [2] Kementerian Lingkungan Hidup, 2007. Pengelolaan Sampah Perkotaan di Indonesia, Bahan  Menteri Lingkungan Hidup dalam Pembahasan RUU tentang Pengelolaan Sampah.
[3] Kementerian Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia (KNLH), 2008, Statistik Persampahan Indonesia. Kementrian Lingkungan Hidup Republik Indonesia
[4] LIPI. 2007. Bahan Plastik Ramah Lingkungan. http://www.biotek.lipi.go.id/index.php/news/8/338-Bahan-Plastik-Ramah-Lingkungan.   (9 November 2011)
[5] Firdaus, Feris dan Anwar Chairil. Potensi Limbah Padat-cair Industri Tepung Tapioka sebagai Bahan Baku Film Plastik Biodegradabel. LOGIKA, Vol. 1, No. 2, Juli 2004. ISSN: 1410-2315

PRODUKSI BIOETANOL BERBASIS PATI BONGGOL PISANG

Mawardi Kartasasmita1, Nurul Latifah2,Yoga Prasetyo3, and Alzara Zetiara4
Department of Agroindustrial Technology, Faculty of Agricultural Technology
Bogor Agricultural University, 16680, Indonesia


ABSTRACT

Menipisnya cadangan bahan bakar fosil dan meningkatnya populasi manusia tidak sebanding dengan kebutuhan energi bagi kelangsungan hidup manusia beserta aktivitas ekonomi dan sosialnya. Indonesia memiliki berbagai potensi sumber daya yang dapat diperbaharui, salah satunya adalah limbah bonggol pisang. Potensi kandungan pati bonggol pisang yang besar dapat dimanfaatkan sebagai alternatif bahan bakar yaitu dijadikan sebagai bioetanol. Bioetanol merupakan energi terbarukan yang dapat diproduksi dari proses fermentasi gula. Bonggol pisang memiliki 76 % pati yang terkandung didalamnya. Proses pembuatan bioetanol berbasis bonggol pisang dapat dilakukan melalui beberapa tahap yaitu ekstraksi pati bonggol pisang, pembuatan hidrolisat pati, proses fermentasi atau perubahan glukosa menjadi bioetanol dengan menggunakan Saccharomyces cerevisiae, dan dilanjutkan dengan destilasi bioetanol. Bioetanol dapat digunakan sebagai bahan baku industri turunan alkohol maupun campuran bahan bakar untuk kendaraan. Bioetanol merupakan bahan bakar yang tidak mengakumulasi gas karbon dioksida (CO2) dan relatif kompetibel dengan mesin mobil berbahan bakar bensin. Bioetanol bila digunakan sebagai bahan bakar mempunyai beberapa kelebihan, diantaranya lebih ramah lingkungan, karena nilai oktan bioetanol 92, lebih tinggi dari premium yang nilai oktannya 88, dan pertamax memiliki nilai oktan 94, hal ini berarti bioetanol memiliki tingkat pembakaran yang baik dilihat dari nilai oktannya juga mendekati pertamax. Sehingga bioethanol berbasis bonggol pisang memilki potensi pengaplikasian sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan.

Keywords : bioetanol, bonggol pisang, hidrolisis, S. cereviseae, fermentasi.